Jumat, 22 Oktober 2010

Five Hirarchy of Needs


Pada garis besarnya, setiap manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan baik yang bersifat materiil maupun non materiil. Para ahli sudah sering mengadakan penyelidikan mengenai kebutuhan-kebutuhan manusia itu. Salah satu tokoh penting yang melakukan penyelidikan di bidang kebutuhan manusia  adalah Profesor Abraham H. Maslow. Di dalam bukunya yang berjudul "Motivation and Personality", beliau menggolongkan kebutuhan manusia itu kepada kepada lima tingkat kebutuhan yang terkenal dengan "Five Hirarchy of Needs". Kelima kebutuhan itu menurut Maslow adalah
1.      Kebutuhan-kebutuhan yang bersifat fisiologis (Physiological Needs). 
Kebutuhan-kebutuhan yang tergolong pada kategori ini merupakan jenis kebutuhan yang bersifat materiil dan berupa kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar (basic needs) bagi kehidupan manusia. Kebutuhan-kebutuhan ini merupakan kebutuhan-kebutuhan yang bersifat primer karena kebutuhan-kebutuhan ini telah dirasakan manusia sejak lahir. Manifestasi kebutuhan fisiologis terlihat dalam tiga hal yaitu:
a.       Kebutuhan sandang
b.      Kebutuhan pangan
c.       Kebutuhan tempat berlindung
2.      Kebutuhan-kebutuhan keamanan (Safety Needs)
Ada dua bentuk, yaitu kebutuhan keamanan jiwa dan keamanan harta.
3.      Kebutuhan-kebutuhan sosial (Social Needs)
Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi: 
a.       Sense of belonging, yaitu kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain dimana ia hidup dan bekerja.
b.      Sense of importance, yaitu kebutuhan akan perasaan dihornati karena setiap manusia merasa dirinya penting.
c.       Sense of achievement, yaitu kenutuhan akan perasaan maju dan tidak gagal.
d.      Sense of participation, yaitu kebutuhan akan perasaan “ikut serta”. Karena setiap orang ingin dilibatkan dan merasa ikut memiliki atas segala aktivitas dan keberhasilan dalam organisasi.
4.      Kebutuhan Prestise (Esteem Needs)
Idealnya prestise timbul karena adanya prestasi. Setiap orang apabila mencapai suatu kondisi sosial tertentu , maka kebutuhan akan prestise mulai dimunculkan untuk memperoleh kepuasan prestise tertentu.
5.      Kebutuhan mempertinggi kapasitas kerja (Self-actualization)
Self-actualization merupakan kebutuhan yang tidak lepas dari hakekat manusia sebagai mahluk berpikir untuk menciptakan sesuatu dan berkarya dalam kehidupannya. Oleh karena itu, dalam konteks ini maka berarti bahwa setiap manusia ingin mengembangkan kapasitas mental dan kapasitas kerjanya melalui berbagai cara seperti, training, workshop, seminar dan sebagainya.


Kamis, 21 Oktober 2010

Definisi Administrasi

Definisi administrasi menurut Siagian, S.P. (1981) dalam bukunya yang berjudul "Filsafat Administrasi", menyatakan bahwa, administrasi adalah
Keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Berdasarkan definisi ini terdapat beberapa unsur, yakni
1. Manusia yang membutuhkan kerjasama.
    Manusia di dalam mengejar dan memenuhi sebagian besar kebutuhan-kebutuhan bagi kehidupannya hampir tidak dapat mugkin dapat terpenuhi sendiri, oleh karena itu kerjasama dengan orang lain merupakan pilihan yang dapat dilakukan serta tidak mungkin untuk dihindari. Kerjasama yang dilakukan manusia setidaknya terjadi antara dua orang atau lebih. Kerjasama yang dilakukan guna pencapaian suatu tujuan seharusnya dilakukan dengan sukarela, saling menghargai ataupun atas dasar kesepakatan-kesepakatan yang telah disetujui bersama diantara mereka.
2. Adanya tujuan yang hendak dicapai.
    Tujuan-tujuan yang hendak dicapai dalam proses administrasi tidak semata-mata ditetapkan oleh orang-orang yang bersangkutan langsung dengan proses administrasi, akan tetapi bisa saja ditetapkan oleh hanya sebagian orang, ataupun juga ditetapkan oleh satu orang yang terlibat dari mereka. Namun perlu dipahami pula bahwa bukan sesuatu yang tidak mustahil, justru pihak luar yang menentukan tujuan yang hendak dicapai. Tujuan merupakan unsur yang sangat penting dalam suatu proses administrasi, karena dengan adanya tujuan itu maka seluruh kegiatan orang-orang yang terlibat dalam proses administrasi harus diarahkan kepada sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai (goals directed behaviour).
3. Adanya tugas yang hendak dilaksanakan.
    Tujuan yang hendak dicapai dalam proses administrasi adalah meliputi beberapa jenis atau tahap-tahap aktivitas yang harus dikerjakan. Sejumlah kegiatan yang ada ini memerlukan adanya kerjasama di antara dua orang atau lebih guna menangani tugas-tugas yang diberikan dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang ditetapkan. Kerjasama bukanlah unsur administrasi, akan tetapi suatu pencapaian tujuan akan lebih efisien dan efektif apabila semua orang yang terlibat dalam proses administrasi mau bekerjasama antara satu sama lain dengan sukarela. Sebab, dalam hal kerjasama yang dipaksakan pun, proses administrasi dapat terjadi. Oleh karena itu, kerjasama dalam administrasi ada dua sifat, yaitu
    a.Kerjasama yang ikhlas dan sukarela (voluntary cooperation)
    b.Kerjasama yang dipaksakan (compulsory atau antagonistic cooperation)
4. Adanya peralatan dan perlengkapan.
    Peralatan dan perlengkapan merupakan unsur pendukung dalam proses administrasi guna memperlancar proses pelaksanaan tugas-tugas kerja serta pencapain sasaran-sasaran dan tujuan-tujuan secara efektif dan efisien. Penggunaan peralatan dan perlengkapan administrasi tidak terlepas dengan perkembangan teknologi dan sifat pekerjaan yang ada dalam proses administrasi yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan sistem pengelolaan administrasi modern. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan peralatan dan perlengkapan ini diantaranya adalah
   a. Jumlah yang terlibat dalam proses itu.
   b. Sifat tujuan yang hendak dicapai.
   c. Lingkup kerja yang dijalankan.
   d. Sifat kerjasama yang dapat diciptakan dan dikembangkan.